Menu

Checklist Optimasi Website Yang Sering Dilupakan

Checklist Optimasi Website Yang Sering Dilupakan. Checklist merupakan hal yang penting dalam optimasi website. Terkadang kita lupa untuk mengoptimasi beberapa hal yang seharusnya dioptimasi dalam website. Dalam artikel ini saya akan memberikan Checklist Optimasi Website Yang Sering Dilupakan.

Checklist Pertama : Menyiapkan Gambar Yang Sesuai dengan Ukurannya

Banyak sekali website yang saya temui tidak mengukur gambar dengan tepat. Biasanya menggunakan gambar dengan ukuran yang besar. Hal ini dapat mengurangi performa dalam website. Jika Anda menggunakan ukuran yang tepat, akan menghemat banyak ukuran.

Sebelum masuk ke website biasanya saya mengolah gambar terlebih dahulu. Saya biasa menggunakan Adobe Photoshop untuk mengolah gambar, agar sesuai dengan ukuran website.

Saya menggunakan alat bantu untuk mencari ukuran yang sesuai. Saya menggunakan Calculator Aspect Ratio untuk mencari ukuran yang paling sesuai. Saya juga memiliki pakem-pakem tertentu dalam ukuran. Jika saya ingin membuat Hero Section biasanya saya menggunakan ukuran 1366x768px (lebar x panjang). Tidak terlalu besar dan tidak terlalu kecil.

Ukuran tadi berdasarkan atas resolusi layar monitor. Yang tampil adalah gambar background penuh untuk menutup hero section. Jika Anda ingin membuat ukuran yang tidak penuh pastikan tinggi gambar tidak lebih dari 768px biasanya saya menggunakan 400px hingga 550px (tergantung kebutuhan)

Checklist Kedua : Mengoptimasi Gambar

Saya lebih menyarankan untuk tidak menggunakan plugin dalam mengoptimasi gambar. Pasalnya ada beberapa plugin yang menggunakan Javascript tambahan. Meskipun ukuran gambar berkurang tapi ada beberapa Javascript baru yang muncul. Dan juga dalam beberapa plugin menduplikasi gambar sehingga ruang penyimpanan hosting Anda akan berkurang drastis.

Ada dua tools yang biasa saya gunakan untuk mengoptimasikan gambar

  1. Website Planet
  2. Tinypng atau Tinyjpg

keduanya, memiliki nilai kompresi yang berbeda. Jika Anda membutuhkan kompresi yang besar gunakan Website Planet. Jika Anda ingin mengompresi tetapi output yang dikeluarkan memiliki kualitas tinggi tetapi ukuran lebih besar dibandingkan Website Planet maka gunakan Tinypng atau Tinyjpg.

Checklist Ketiga : Memilih Plugin yang tepat

Plugin juga mempengaruhi performa dari website. Jika Anda menggunakan terlalu banyak plugin akan berdampak pada performa website Anda. Plugin biasanya akan memunculkan beberapa elemen tambahan baik CSS maupun Javascript. Pada beberapa plugin tidak opsi khusus untuk menon-aktifkan beberapa elemen pada halaman yang tidak menggunakan plugin tersebut.

Selain mempengaruhi performa website. Terlalu banyak plugin juga berdampak pada CPU Usage pada hosting.

Komparasi Plugin Form WordPress
Komparasi Ukuran Plugin Form

Pilih plugin yang benar-benar ringan. Sebagai contohnya memilih plugin form ada berbagai macam opsi yang bisa Anda pilih. Pastikan kebutuhan Anda terlengkapi pada plugin tersebut. Tabel diatas membantu untuk melihat ukuran dalam kilobytes(kb) baik Javascript (JS) maupun CSS.

Checklist Keempat : Merapikan Database

Kebanyakan kita lupa untuk membersihkan database. Meskipun cukup kecil pada ukurannya, jika kita memiliki website yang lebih besar akan berdampak pada kecepatan website. Biasanya setelah menghapus plugin, ada beberapa data yang masih tersisa di dalam database.

Yang kedua cek Revisions. WordPress Revisions merupakan salah satu fitur yang dimiliki oleh WordPress dengan fitur yang dapat menyimpan revisi pada website Anda. Semisal sewaktu-waktu Anda ingin mengembalikan lagi hasil kerja Anda. Akan tetapi, jika Anda sudah merasa tidak ada revisi atau mengulang kembali. Pastikan untuk menghapusnya. Karena akan mempengaruhi dari performa website Anda.

Draft yang sudah tidak digunakan jangan lupa untuk dibersihkan.

Ada plugin yang membantu kita dalam mencari database mana yang tidak kita pakai kembali.yaitu WP-Optimize. Biasanya saya menggunakan Swift Performance Pro karena memiliki fitur yang sama untuk menghapus database yang tidak digunakan kembali. Menggunakan WP-Optimize merupakan opsi gratisan terbaik. Jangan lupa untuk backup website Anda. Semisal sewaktu-waktu ada hal yang penting ingin Anda munculkan kembali.

Checklist Kelima : Memilih Tema yang Ringan

WordPress memiliki berbagai macam tema yang dapat dipilih. Jika Anda menggunakan Pagebuilder atau Site Builder pastikan Anda menggunakan tema yang ringan. Tema sendiri juga membawa beberapa CSS maupun Javascript yang tersedia.

Checklist Keenam : Gunakan Plugin Optimasi Yang Komplit

Plugin optimasi hanya membantu Anda yang tidak biasa dalam hal optimasi. Jika ingin mendapatkan kecepatan website yang baik. Jangan berlebihan dalam menggunakan plugin. Plugin optimasi bersifat opsional, hanya diperuntukkan untuk Anda yang tidak terbiasa otak-atik backend atau tidak mau ribet.

Banyak saya temui dari beberapa klien saya menggunakan 2 atau lebih plugin optimasi. Hal ini tentu tidak baik, bahkan bisa membuat website Anda lemot dan bahkan bisa merusak website Anda.

Pastikan Anda menggunakan satu plugin optimasi yang komplit

Plugin Optimasi yang komplit ini memiliki berbagai macam fitur untuk optimasi website. Mulai dari mengecilkan Javascript, CSS, HTML, Caching yang sesuai dengan kebutuhan Anda dan lain sebagainya.

Saya merekomendasikan beberapa plugin optimasi untuk Anda.

  1. Swift Performance Pro (Berbayar)
  2. Swift Performance Lite (Gratis)
  3. Litespeed Cache
  4. WP-Rocket (Berbayar)

Plugin diatas saya rekomendasikan berdasarkan pengalaman saya dalam mengoptimasi website. Saya lebih memilih Swift dibandingkan WP-Rocket karena Swift lebih kaya fitur dibandingkan dengan WP-Rocket. Selain fitur yang diberikan berlimpah, Swift Performance memiliki output yang lebih baik dibandingkan dengan WP-Rocket.

Litespeed Cache juga menjadi pilihan yang baik untuk Anda yang menggunakan server Litespeed. Jika Anda tidak ingin yang berbayar pilih salah satu diantara dari Swift Performance Pro atau Litespeed Cache. Karena hasil keduanya tidak jauh berbeda.

Adapun Panduan Lengkap Swift Performance Pro 2020 bisa Anda kunjungi dan bisa Anda pelajari bagaimana cara mengoptimalkan Swift Performance Pro maupun yang Lite.

Checklist Ketujuh : Menggunakan PHP Versi Terbaru

Checklist yang sering dilupakan adalah menggunakan PHP terbaru. Semakin baru versi PHP semakin cepat dalam memproses data. Perbedaan PHP 7.2 dengan PHP 7.3 sebesar 30%. Selain faktor kecepatan dalam memproses data, versi PHP terbaru juga lebih aman dibandingkan versi-versi sebelumnya.

Sebelum melakukan pembaruan terhadap versi PHP pastikan untuk mengecek kembali apakah plugin maupun tema support dengan versi PHP terbaru.

2 comments on “Checklist Optimasi Website Yang Sering Dilupakan”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

menu-circlecross-circle linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram