Menu

Mengapa Jasa Pembuatan Website itu Mahal?

Mengapa jasa pembuatan website itu mahal? Banyak sekali faktor mengapa pembuatan website itu mahal. Buat website tidak hanya sekedar asal tempel-tempel saja. Diluar negeri bahkan desain website itu berdasarkan dari pasar (dari sekelompok user).

Butuh Keterampilan

Faktor pertama adalah keterampilan dari penyedia jasa. Butuh waktu yang lama dan juga butuh ketekunan dalam mempelajari bahasa pemrograman tertentu. Meskipun, sekarang kita dapat menggunakan site builder itu juga membutuhkan waktu dan ketekunan untuk mempelajari fungsi-fungsi pada tiap site builder. Terlebih lagi, site builder juga terbatas secara fungsinya; semisal kita menginginkan suatu fungsi seperti carousel. Akan tetapi, site builder tidak dapat menampilkannya. Alternatifnya kita harus menambahkan javascript atau css atau bahasa pemrogaman lainnya. Waktu dan ketekunan itu memakan biaya, seorang developer dan programmer menghabiskan waktu dan tenaga untuk mempelajarinya.

Tidak hanya bahasa pemrograman saja

Tidak hanya bahasa pemrograman saja yang dipelajari oleh developer. Beberapa pengembang bahkan mempelajari komunikasi secara visual. Komunikasi visual tidak semudah apa yang kita pikirkan. Saya sudah memberikan gambaran di awal bahwasanya diluar negeri desain website itu mengikuti pasar. Layout website disesuaikan secara psikologis user yang mengakses website tersebut, agar tujuan dari perusahaan tersampaikan. Penampilan website User Interface dan User Experience sangatlah dipertimbangkan pula. Bagaimana warna memiliki kecocokan satu sama lainnya. Bagaimana kenyamanan layout website untuk user. Bagaimana dari penampilan dan kenyamanan tadi dapat mencapai tujuan dari suatu perusahaan.

Anda dapat mencari referensi tentang website disini:

  • Interfaces.pro (situs ini memberikan banyak referensi tentang layout tiap halaman, kurator memilih website dengan layout terbaik)
  • landingfolio (landingfolio merupakan situs yang memberi referensi tentang landing page dan juga layout website)
  • Ecommerce Website Design (situs ini memuat beragam referensi untuk E-commerce)

Lihat bagaimana diluar negeri sudah menerapkan User Interface dan User Experience yang baik, sangat berbeda dengan Indonesia yang masih belum dapat memaksimalkannya. Ingin mempelajari lebih lanjut tentang web design? Anda bisa mengikuti Kursus privat dengan klik link dibawah ini. Tentunya kursus ini berbeda dengan kursus lainnya.

Memakan biaya yang besar

Designer, developer maupun programmer memakan banyak biaya. Mereka membutuhkan alat yang memumpuni untuk mengimplementasikan idenya. Sebuah contoh jika Anda seorang Web Designer. Anda membutuhkan spesifikasi PC (personal computer) atau laptop yang mumpuni. Biaya aplikasi seperti Adobe sangatlah mahal. Jika Anda seorang WordPress Developer Anda membutuhkan modal seperti plugin optimatisasi, atau jika Anda yang biasa menggunakan site builder Anda perlu membeli lisensi dan memperpanjang lisensi plugin tiap tahunnya.

Rincian biaya yang dikeluarkan

  • PC atau Laptop Rp 8.500.000
  • Plugin per tahun Rp 3.500.000/tahun
  • Adobe Creative Cloud - Lisensi Single App Rp 285.000/bulan

Belum lagi biaya-biaya lain seperti mengikuti seminar, perkuliahan, kursus juga menghabiskan banyak biaya.

Biaya yang sangat banyak untuk dikeluarkan. Terlebih lagi belum biaya-biaya lainnya tergantung dari kebutuhan setiap developer, designer, maupun programmer -nya

Kesehatan

Deadline yang ketat juga mempengaruhi kesehatan dari penyedia jasa pembuatan website. Bayangkan, jika seorang penyedia jasa tersebut hanya satu orang saja yang mengerjakan. Dengan deadline yang ketat freelancer maupun penyedia jasa lainnya tak jarang itu menyampingkan masalah kesehatan. Kesehatan jasmani maupun rohani.

Tekanan mental terhadap penyedia jasa di Indonesia merupakan hal yang lumrah. Pasalnya, di Indonesia sendiri untuk masalah desain stuff belum dihargai sepenuhnya. Masyarakat terkesan menggampangkan apa yang dikerjakan oleh para freelancer maupun penyedia jasa.

Manajemen diri* sangatlah penting tetapi banyak yang menyampingkan hal tersebut. Imbasnya, masalah kesehatan kerap terjadi pada pekerja kreatif dan penyedia jasa.

*Manajemen diri : biasa dikenal dengan manajemen waktu. karena waktu tidak bisa di manage akhirnya saya menggunakan kata diri. Karena yang bisa dimanage adalah orangnya sendiri)

Tidak adanya perundang-undangan

Tidak adanya perundang-undangan ini sebenarnya berkaitan dengan kesehatan. Di Indonesia pekerja kreatif belum adanya jaminan dalam bentuk legal formal atau biasa disebut perundang-undangan. Bagaimana undang-undang tersebut membicarakan tentang kesepakatan, hak-hak para pekerja kreatif, hak-hak konsumen, tentang kesepakatan kerja dan lain sebagainya. Dunia terus berkembang pesat, dunia kreatif berkembang setiap harinya. Perundang-undangan untuk pekerja kreatif ini penting untuk keberlanjutan hidup dari para pekerja kreatif.

karena tidak ada jaminan dari negara, akhirnya para pekerja kreatif atau penyedia jasa menaikkan harga jasa yang ditawarkan. Untuk mengganti biaya-biaya kesehatan, pendidikan, maupun biaya substansial lainnya.

Bagaimana menurut Anda? Tulis di kolom komentar tentang pendapat Anda mengenai artikel ini

- Narwastu Nagoro

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

menu-circlecross-circle linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram