Menu

Panduan Lengkap Swift Performance Pro 2020

Panduan Lengkap Swift Performance Pro dan juga settingan yang terbaik untuk Anda. Kecepatan Website merupakan indikator yang utama pada SEO (Search Engine Optimatization). Terlepas dari SEO pula, tentu Anda sebagai user sangatlah kecewa ketika Anda mengunjungi website yang lemot. User akhirnya keluar dari website yang lemot karena konten tidak segera muncul. Tentu sangat merugikan Anda, jika Anda memiliki website lemot.

Swift Performance Pro merupakan plugin caching berbayar terbaik menurut saya. Fitur yang ditawarkan lebih beragam dan bervariasi dibandingkan dengan kompetitornya yaitu WP Rocket. Canggihnya, plugin caching ini dapat menyesuaikan dengan webserver yang Anda pakai, builder yang Anda pakai, dan beragam opsi lainnya yang bisa Anda lakukan. Tidak hanya sebagai plugin caching yang memiliki kemampuan untuk minify javascript, css, dan html. Swift Performance Pro dapat melakukan Optimatisasi gambar meskipun tidak sebaik Shortpixel dan Optimole.

Jika Anda memiliki masalah :

  • Kecepatan Website Lambat - Swift Performance Pro membantu untuk mempercepat website Anda secara instan dengan syarat Anda menggunakan Web Hosting yang baik!
  • File Gambar yang Besar - Swift Performance Pro dapat mengecilkan ukuran gambar Anda, Anda bisa memilih opsi untuk mengecilkan gambar

Sayangnya, opsi yang beragam dari Swift Performance Pro ini terkadang membingungkan pengguna untuk menyesuaikan ke website pengguna. Oleh karena itu dalam tulisan saya kali ini, saya akan memberitahukan fitur-fitur dan opsi mana yang harus diaktifkan untuk Anda pada artikel Panduan Lengkap Swift Performance Pro 2019. Saya juga memberikan cara setting swift performance 2019 yang terbaik untuk Anda.

Saya akan membagi dua opsi settingan yang satu adalah Setup Simple dan yang Kedua Setup Detail. Saya menggunakan web server Litespeed dengan versi PHP 7.2, Memory Limit 256M, dan Versi WordPress 5.3.

Settingan ini berdasarkan dari beberapa artikel, kemudian saya modifikasi dan akhirnya menemukan settingan Swift Performance yang paling baik.

Panduan Lengkap Swift Performance Pro 2019

Setup Simple

Buat Anda yang tidak mau ribet ini opsi yang paling cepat untuk Anda. Tidak butuh waktu yang lama, tapi saya tidak menjamin optimatisasi ini tidak sebaik dibandingkan Setup Detail.

  1. Install Swift Performance Pro, kemudian masukkan lisensi Anda. Kemudian ada beberapa opsi pilihan. Saya sarankan untuk menggunakan Manual Configuration.
  2. Klik Advanced View pada opsi kanan atas plugin Swift Performance Pro
  3. tab General - General Aktifkan Compute API.
  4. tab Media - Images Aktifkan Lazy Load Images.
  5. tab Media - Embeds Aktifkan Youtube Smart Embeds dan Lazy Load Iframes.
  6. tab Optimization - General Non aktifkan Optimize Prebuild Only (di beberapa website saya mengaktifkan opsi ini) dan Fix HTML (fungsi ini bisa Anda aktifkan jika Anda menggunakan tema yang kurang baik. Jika Anda menggunakan tema oleh developer terpercaya seperti Hello Themes by Elementor, Astra, Ocean WP non-aktifkan fitur ini).
  7. tab Optimization - Scripts Aktifkan Merge Scripts (dalam beberapa kasus Anda bisa menggunakan fitur ini jika Anda menggunakan plugin yang menggunakan JS Anda perlu membaca di setup detil dibawah).
  8. tab Optimization - Styles Aktifkan Merge Style (Jika Anda menggunakan CDN seperti Cloudflare, Stackpath (Max CDN), BunnyCDN, dan Content Delivery Network lainnya non-aktifkan opsi ini).
  9. tab Caching - General Pilih Disk Cache Rewrites pada Caching Mode, kemudian untuk Cache Expiry Mode pilih Time Based Mode. Jika Anda memiliki banyak konten seperti Anda memiliki blog saya lebih menyarankan menggunakan Action Based Mode.
  10. tab Caching - Warmup Pilih Unlimited untuk Prebuild Speed.
  11. tab Woocommerce Aktifkan Cache Empty Cart, Non-aktifkan Disable Cart Fragment. dan Non-aktifkan Woocommerce Session Cache (BETA).
  12. Kemudian Save Changes dan Clear Cache.
  13. Kemudian lihat di Dashboard tunggu beberapa saat. Apakah Prebuild Cache benar-benar berjalan. Tunggu beberapa menit kemudian refresh halaman Swift Performance PRO.

Lihat perubahan kecepatan website Anda pada GTMetrix bagaimana perbedaannya sangat jauh sebelum Anda menggunakan Swift Performance PRO. Maka dari itu Panduan Lengkap Swift Performance Pro 2019 dibuat untuk memudahkan Anda dalam mengenal plugin cache terbaik ini dan juga setting swift performance pro.

Panduan Setup Detil

Tahap #1 - Install Swift Performance PRO

Panduan Lengkap Swift Performance Pro 2019

Panduan Lengkap Swift Performance Pro 2019 harap dibaca baik-baik coba trial dan error jika ada kendala tulis di kolom komentar saya senantiasa membantu Anda.

Swift Performance PRO membutuhkan beberapa requirements. Tapi meskipun beberapa kebutuhan yang harus terpenuhi ini belum bisa Anda penuhi. Anda masih bisa menggunakan Swift Performance PRO. Beberapa kebutuhan itu adalah :

  1. Apache Module - mod_deflate, mod_filter, mod_setenvif (ketiga modul ini biasanya sudah teraktifkan pada webserver Anda)
  2. Loopback - Fungsi ini dibutuhkan oleh Swift Performance PRO dan biasanya sudah otomatis terinstall di website Anda, jika Anda ingin mengaktifkannya Anda harus meminta kepada penyedia hosting Anda untuk mengaktifkan ini.
  3. Rest API - Fungsi ini digunakan untuk membaca API pada beberapa kasus mod_security memblokir REST API dan Loopback sehingga Anda tidak dapat menggunakan Use Compute API dan menggunakan fitur Optimatisasi gambar.

Module yang paling berpengaruh itu pada REST API dan Loopback. Biasanya kebanyakan Shared Hosting sudah memilikinya dan automatis aktif. Pada beberapa VPS tidak teraktifkan maka Anda harus menghubungi sys-admin atau penyedia hosting tersebut. Pada kasus webserver Litespeed terkadang tidak terbaca meskipun Anda menerima error seperti ini plugin masih tetap bisa digunakan.

Tahap #2 - Swift Performance Setting

Menuju ke setting pada Swift Performance pro dan klik tombol Advanced View pada kanan atas di samping simple view

Ini adalah setting, yang biasa saya gunakan pada setiap klien saya baik dalam negeri maupun luar negeri. Saya menjamin akan meningkatkan kecepatan Anda pada settingan ini sekitar 80%-90%

Jika Anda masih mengalami kendala website yang lemot pastikan Anda menggunakan Web Hosting yang terbaik. Jika Anda masih memiliki kendala lain Anda bisa menanyakan di kolom komentar post ini, Anda juga dapat menggunakan jasa saya untuk mempercepat website Anda. Hubungi saya jika Anda ingin menggunakan jasa mempercepat website.

1. General

General
  • General - Disable Cookies Fungsi ini sangat baik jika Anda mengerjakan untuk klien di regional EU (Eropa). Ini untuk kebutuhan GDPR. Saya biasa tidak mengaktifkan fungsi ini karena tidak mempengaruhi kecepatan website secara signifikan. Jika Anda menghadapi klien regional Eropa aktifkan fitur ini
  • General - Hide Footprints non-aktifkan sehingga Anda dapat melihat Swift comment dalam source code. Tidak mempengaruhi kecepatan secara signifikan.
  • General - Use Compute API Aktifkan! Fitur ini sangat baik, berfungsi untuk mempercepat prebuild cache dan mengurangi daya penggunaan CPU di hosting Anda. Terkhusus untuk website Anda yang memiliki 400 halaman ke atas dan server yang lemot
  • General - Enable Remote Cron Non-Aktifkan karena tidak berpengaruh pad akecepatan Anda
  • General - Beta Tester NON-AKTIFKAN! Jangan gunakan fitur ini pada website Anda yang aktif karena dapat menambahkan fitur-fitur baru yang belum teruji. Sehingga dapat merusak website Anda
Tweaks
  • Tweaks - Normalize Static Resources sangat tidak berpengaruh jika Anda mengaktifkan Merge Script dan Merge Styles. Dan pada beberapa kasus seperti oxygen akan merusak tampilan Anda. Aktifkan fitur ini, jika Anda menggunakan Elementor. Jika Anda melihat cached version page rusak maka non-aktifkan fitur ini
  • Tweaks - Prefetch DNS Aktifkan fitur ini, biasanya membantu mempercepat website melalui Pre-Loading, mengurangi kecepatan akses DNS ke 3rd Party Domain.
  • Tweaks - Collect Domain from Scripts Aktifkan fitur ini
  • Tweaks - Exclude DNS Prefetch Menghindari penggunaan domain dari kegiatan Prefetch DNS. Biasanya saya tidak menggunakan fitur ini, tapi dalam beberapa kasus saya menggunakan fitur ini.
  • Tweaks - Gravatar Cache biasanya saya menonaktifkan penggunaan fitur ini. Sangat cocok ketika Anda memiliki komen yang banyak pada website Anda.
  • Tweaks - Custom Htaccess Masukkan 301 Redirect pada kolom ini, jauh lebih baik daripada Anda menggunakan plugin redirect SSL lainnya. Dan juga saya lebih menggunakan fitur ini dibandingkan memasukkan manual di htaccess ftp karena dapat menyebabkan Redirect Loop
  • Tweaks - Background Requests Saya tidak pernah menggunakan sebelumnya fungsi ini mematikan fungsi AJAX yang tidak diperlukan oleh website Anda.
Heartbeat
  • Hearbeat - Hearbeat Frequency jika Anda memiliki masalah pada Heartbeat Anda bisa menaikkan frequency menjadi 120. Jika Anda memiliki kendala pada Heartbeat Anda harus mengganti ke Hosting yang lebih baik.
Google Analytic
  • Google Analytic - Bypass Google Analytics Fungsi ini sangat baik untuk mechacing Google Analytic JS secara lokal. Secara teori akan menggabungkan Google Analytics JS dengan Javascript yang ada pada website Anda. Tapi setelah saya mencoba fitur ini ternyata pada dashboard Google Analytics tidak dapat membaca sepenuhnya. Saya biasanya tidak menggunakan fitur ini.
Whitelabel
  • Whitelabel Fitur ini sangat cocok bagi Anda yang mengerjakan ke klien Anda. Sehingga Anda dapat menyimpan rahasia plugin apa yang Anda gunakan.

2. Media

Images
  • Images - Optimize Images on Upload jika Anda menggunakan Shortpixel atau Optimole non-aktifkan fungsi ini. Jika Anda tidak menggunakan kedua plugin itu, Anda bisa mengaktifkannya. Fitur ini sangat baik untuk menghemat pengeluaran Anda untuk penggunaan plugin Image Optimization. Biasanya saya menonaktifkan penggunaan ini, karena saya lebih memilih untuk optimatisasi manual tanpa menggunakan plugin.
  • Images - Images Optimizer Anda bisa mengatur kualitas gambar yang akan di compress. Anda dapat mencoba beberapa nilai yang menurut Anda paling baik. Gunakan saja
  • Image - Resize Large Images Sangat berguna jika Anda masih awam. Jika Anda masih awam aktifkan saja fungsi dari ini
  • Images - Keep Original Images Aktifkan fitur ini, jika Anda memiliki ketidakcocokan pada kompresi yang telah dilakukan SWIFT anda bisa rollback menggunakan gambar yang asli. Jika Anda sudah menemukan kompresi yang pas (gambar tidak terlalu ngeblur) Anda bisa menon-aktifkan ini.
  • Images - Inline Small Images Fitur ini sebenarnya baik, akan tetapi banyak perdebatan mengenai fitur ini. Saya biasa menggunakan file format SVG untuk menampilkan logo. Jika saya mengaktifkan fitur ini entah mengapa gambar yang berukuran kecil hilang dan tidak bisa ditampilkan. Saya menyarankan untuk menonaktifkan fungsi ini.
  • Images - Lazy Load Images Fitur ini juga menjadi perdebetan yang panjang, beberapa orang yang tidak menyukai penggunaan lazyload menganggap akan memperlama load time website Anda. Beberapa ada yang menonaktifkannya. Anda bisa menggunakan fitur ini jika Anda menyukai Lazy Load. Jika Anda tidak menyukai Lazy Load Anda bisa menonaktifkan fitur ini.
  • Images - Force Responsive Images Kebanyakan seluruh tema yang berada pada pasar sudah responsif pada semua gambar jika page builder Anda menampilkan gambar yang terlalu besar pada tampilan mobile phone aktifkan fitur ini.
  • Images - Lazy Load Background Images Non-aktifkan fitur ini, akan memperburuk kesan pertama user dalam mengakses website Anda.
Embeds
  • Embeds - Youtube Smart Embeds Aktifkan fitur ini sangat berguna bagi Anda yang menggunakan dan menampilkan Youtube di halaman website Anda.
  • Embeds - Lazy Load Iframes Saya mengaktifkan fitur ini karena berguna untuk memberikan fitur Lazy Load pada embed Google Maps, Youtube, dan Facebook. Biasanya Embeds ketiga ini bikin lelet. Karena ada fitur ini akan mengaktifkan embeds ketika user masuk pada viewport tertentu.
  • Embeds - Exclude Iframes Anda bisa menggunakan fitur ini jika Anda ingin menghindari beberapa Iframes agar tidak di caching atau Lazy Loads
  • Embeds - Loads Iframes on User Interaction Iframes baru bisa menampilkan ketika user melakukan interaksi pada iframes tersebut. Fitur ini sangat baik biasanya saya aktifkan.

3. Optimization

General
  • Merge Assets for Logged in Users dalam beberapa kasus seperti logged in user (fungsi pada membership/forum/atau lainnya website) Anda dapat menggunakan fitur ini untuk optimatisasi website dengan mengkombinasikan CSS dan JS pada user yang log in. Anda dapat mengaktifkannya, dalam beberapa kasus Anda menonaktifkan plugin ini karena dapat merusak website Anda.
  • Enable Server Push Jika Anda menggunakan banyak sekali CSS dan JS Anda dapat mengaktifkan plugin ini. Secara teori fungsi ini dapat mempercepat website melalui memuat lebih awal CSS dan JS. Jika Anda menggunakan Elementor aktifkan plugin ini, jika Anda menggunakan Oxygen Builder non-aktifkan fitur ini.
  • Optimize Prebuild Only Non-aktifkan fungsi ini sehingga plugin Swift Performance Pro dapat melakukan proses prebuild cache pada seluruh website.
  • Optimize in Background Fungsi ini akan berguna jika Anda menggunakan VPS atau digunakan pada website dengan skala yang besar.
  • Fix Invalid HTML saya biasa menonaktifkannya, karena menurut saya kebanyakan tema dengan developer terpercaya seperti Astra, Ocean WP, dan Generatepress tidak memiliki error pada HTML. Jika Anda biasa membeli tema pada developer Indonesia aktifkan fungsi ini.
  • Minify HTML Jika Anda menggunakan CDN (Content Delivery Network) matikan fungsi ini. Jika Anda tidak menggunakan CDN gunakan fungsi ini.
  • Disable Emojis Aktifkan fungsi ini. Karena emoji yang disediakan WordPress tidak seberapa berguna untuk saya. Jika Anda suka menampilkan emoji pada website Anda. Anda dapat mengaktifkan saja fungsi ini. Tetapi, ingat ketika saya mengaktifkan plugin ini emoji javascript WordPress tidak aktif sehingga dapat mempercepat website Anda.
  • Limit Simultaneous Threads non aktifkan jika Anda hanya memiliki website kecil (100 postingan kebawah) atau menggunakan VPS. Jika Anda memiliki Website skala besar (100 postingan keatas) dan menggunakan Shared Hosting gunakan fitur ini dan input 2 atau 3.
  • DOM Parser Max Buffer Saya tidak pernah menggunakan fitur ini sama sekali. Jadi tinggalkan saja
Scripts
  • Merge Scripts Aktifkan, fungsi ini akan menkombinasikan seluruh aset javascript kedalam satu file. Fungsi ini akan meningkatkan kecepatan website Anda. Aktifkan dan lakukan eksperimen dengan baik. Jika ada JS yang tidak bisa ditampilkan Anda bisa non-aktifkan fungsi ini.
  • Async Execute saya biasa mengaktifkan fungsi ini. Jika Anda menggunakan Elementor aktifkan fungsi ini. Pada beberapa add-on seperti Elementor Extras akan menimbulkan konflik sehingga Javascript tidak dapat di munculkan di dalam halaman.
  • Exclude 3rd Party Scripts biasanya saya tidak menggunakan fungsi ini. Karena menurut saya lebih baik menggabungkan 3rd party Script kepada JS file website.
  • Exclude Scripts jika Anda memiliki kendala pada tampilan website Anda setelah menggunakan fitur Merge Scripts Anda bisa menggunakan fungsi ini. Dengan memasukkan lokasi JS dari plugin tertentu misal : https://narwastunagoro.com...../....wpsl.js. Dua alasan mengapa menggunakan fungsi ini itu untuk memperbaiki tampilan yang sebelumnya rusak. yang kedua mengembalikan urutan website Javascript Anda.
  • Footer Scripts Fungsi ini berguna untuk menghindari non-critical script untuk dikombinasikan ke dalam front-loading scripts. Berguna untuk men-delay waktu load time websie Anda. di beberapa website saya mengaktifkan fungsi ini.
  • Exclude Inline Scripts Fungsi memiliki kesamaan seperti diatas yang menjadi perbedaan adalah jika Anda ingin mengembalikan urutan script tertentu Anda bisa menambahkan pada fungsi ini.
  • Footer Inline Scripts Saya tidak pernah menggunakan fitur ini sama sekali, Anda juga dapat menggunakan fitur ini. Do with your own risk.
  • Exclude Script Localizations Aktifkan fungsi ini. Secara default fungsi ini sudah aktif saya tidak seberapa mengerti apa fungsi ini. Anda bisa menjawab di kolom komentar jika Anda mengetahui fungsi ini.
  • Minify Javascripts Meningkatkan Prebuild Cache time. Jika Anda menggunakan CDN anda bisa menonaktifkan fitur ini. Jika Anda tidak menggunakan CDN Aktifkan fitur ini.
  • Minify with API jika Minify Javascripts menimbulkan error Anda bisa mengaktifkan fitur ini. Saya jarang menggunakan fitur ini. Jadi non-aktifkan saja.
  • Proxy 3rd Party Assets Fitur yang menarik untuk menyelesaikan longer expire time pada 3rd party JS maupun CSS (Pingdom/GT Metrix). Biasanya merusak beberapa hal. jadi saya menon-aktifkan fungsi ini.
  • Separate Scripts Jika Anda memiliki banyak Custom Post Types fungsi ini akan sangat berguna untuk Anda. Karena dapat membuat gabungan JS pada halaman yang berbeda bukan digabungkan ke dalam satu File JS yang bersifat global.
  • Print merged scripts inline berguna untuk mendefer muatan JS. Jika Anda tidak memiliki banyak Javascript. Jika di header Anda menggunakan Javascript non-aktifkan fungsi ini karena akan merusak tampilannya.
  • Lazy Load Scripts Fitur ini sangat berguna untuk memberikan fitur lazy load pada 3rd party scripts seperti pada tawk.to, caldera, iklan dan lain sebagainya. Jangan masukkan script GA/GTM pada situs Anda disini.
  • Include Scripts Anda bisa menggabungkan beberapa script yang anda Exclude sebelumnya kepada file baru pada fitur ini.
  • Disable jQuery Migrate saya biasa menon-aktifkan fitur ini karena kebanyakan fitur pada Elementor dan Oxygen sudah menggunakan JS terbaru.
Styles
  • Merge Styles Aktifkan fitur ini berguna untuk menggabungkan semua CSS dalam satu file.
  • Generate Critical CSS Jika Anda memiliki Critical CSS masukkan CSS anda tapi jangan lupa untuk masukkan CSS Anda ke dalam website ini. Jika Anda ingin mengaktifkannya Anda harus mengisinya jangan sampai kosong. Jika Anda tidak mengetahui tentang Critical CSS lewati saja dan non-aktifkan.
  • Print Full CSS Inline - Jika halaman anda sangat ringan aktifkan fitur ini, jika website Anda lemot non-aktifkan fungsi ini.
  • Separate Styles Jika Anda menggunakan Woocommerce aktifkan fitur ini. Trial dan Error gunakan secara bijak.
  • Minify CSS berguna untuk mengecilkan ukuran CSS. Aktifkan jika Anda tidak menggunakan CDN (Content Delivery Network)
  • Bypass CSS Import Aktifkan saja
  • Exclude Styles jika Anda memiliki kendala dengan menggabungkan CSS, Anda bisa mencari file css mana yang tidak dapat ditampilkan. Kemudian masukkan di dalam sini.
  • Exclude Inline Styles dapat memperbaiki masalah Merge Styles beberapa tema menggunakan CSS Inline seperti Astra versi 2.0 kebawah. Swift menghapus dan menggabungkannya ke dalam satu file. Jika Anda tidak mengetahui fungsi ini tinggalkan saja.
  • Include Styles menon aktifkan beberapa Javascript dan mengganti dengan menggunakan fungsi CSS. Pilih non-aktif saja

4. Caching

General
  • Enable Caching Anda harus mengaktifkan fungsi ini karena fungsi ini penting untuk membuat cache pada website Anda.
  • Caching Mode Disk Cache Rewrites merupakan yang tercepat, Disk cache with php lebih lambat tapi tidak memberikan masalah yang besar. Biasanya saya menggunakan Disk Cache Rewrites karena saya menggunakan Web Hosting yang baik. Jika Anda menggunakan VPS pilih Memchaced dibandingkan ketiga opsi Memcached paling baik. Jika menggunakan Shared Hosting pilih Disk Cache Rewrites.
  • Early Loader fungsi early loader memiliki kesamaan dengan plugin Flying Pages. Aktifkan sangat berguna untuk mempercepat website Anda
  • Cache Path jika Ada masalah pada proses caching maka cek kembali di Cpanel atau FTP biasanya problem terjadi saat proses migrasi server.
  • Cache Expiry Mode saya lebih sering menggunakan Action Based Mode pada klien saya. Cocok untuk website Anda memuat tentang blog. Jika tidak memiliki blog atau fungsi yang dinamis Anda bisa memilih Time Based Mode.
  • Clear Cache Update post by Page Jika Anda menggunakan Time Based Mode Aktifkan fungsi ini karena berguna untuk menghapus cache pada setiap perubahan halaman tertentu. Contoh halaman Blog
  • Clear Cache on Update Post by URL Anda juga dapat menerapkan sesuai URL dan bisa memasukkannya disini
  • Enable Caching for logged in users Jika Anda memiliki fitur seperti forum, membership, Woocommerce yang memiliki banyak user Anda bisa mengaktifkan fitur ini. Untuk amannya Anda non Aktifkan Share Logged in Cache.
  • Separate Mobile Device Cache Non Aktifkan jika Anda menggunakan AMP pada plugin maupun tema Anda bisa menggunakan fitur ini. Jika Anda tidak mengetahui AMP non-aktifkan saja fitur ini. Biasanya saya tidak mengaktifkan ini.
  • Enable Browser Cache Aktifkan ini meningkatkan kecepatan website secara signifikan.
  • Enable Gzip Aktifkan Gzip Compression sangat berguna dalam meningkatkan kecepatan website Anda.
  • Send 304 Header non aktifkan
  • Cache 404 pages Aktifkan
  • Ignore Query String Non-aktifkan saya tidak mengaktifkannya
  • Enable Dynamic Caching fitur yang tidak dimiliki oleh plugin caching lainnya. Jika Anda masih awam non-aktifkan saja ini.
  • Cacheable AJAX Actions Jika Anda masih awam jangan aktifkan fitur ini.
  • AJAX Cache Expiry Time Non aktifkan fitur ini.
Tweaks
  • Enable Proxy Cache Fitur ini Anda aktifkan ketika Anda menggunakan Cloudflare
  • Ignore Query String Saya tidak menggunakan fitur ini jadi tinggalkan saja
  • Avoid Mixed Content Non aktifkan dapat menyebabkan Redirect Loop
  • Keep Original Headers Aktifkan
  • Case Insentive URLs saya tidak mengaktifkan ini karena semua URL tidak menggunakan huruf besar sama sekali
  • Lazyload elements Fitur ini berguna untuk lazy load beberapa element yang berat seperti related post, comment, dan konten lain yang memberatkan website Anda.
Exceptions
  • Exclude Post Types jika Anda menggunakan elementor masukkan elementor_library pada field disini.
  • Exclude Pages dalam beberapa kasus ada beberapa plugin yang memang tidak mau diexclude oleh Swift Performance Pro seperti halnya WP Store Locator. Anda bisa memasukkan halaman mana yang Anda beri pengecualian untuk caching.
  • Exclude URLs Masukkan #revision# , #autosave# dan #json#
  • Exclude Content Parts Berguna untuk memberi pengecualian pada halaman-halaman tertentu
  • Exclude User Agents untuk mencegah beberapa device untuk melihat cached page
  • Exclude Crawlers menghindari mesin pencarian atau crawler tertentu untuk melihat cached page.
  • Exclude Author Pages karena halaman ini tidak seberapa fungsi untuk saya maka saya aktifkan
  • Exclude Archive saya biasa mengaktifkannya karena memang kebanyakan user pada setiap traffic mengunjungi halaman archive blog.
  • Exclude REST URLs Aktifkan Anda tidak membutuhkan ini untuk di cached
  • Exclude Feed Aktifkan
Warmup
  • Enable Remote Prebuild Cache saya biasa menon-aktifkan ini karena saya ketika mengaktifkan fitur ini prebuild cache tidak berjalan dengan baik.
  • Prebuild Cache Automatically Aktifkan ini fitur Swift untuk caching halaman secara otomatis
  • Prebuild Speed jika Anda menggunakan VPS gunakan Unlimited jika shared hosting cukup menggunakan Moderate
  • Discover New Pages non-aktifkan ini karena dapat mengganggu warmup table
  • Prebuild Author Pages Non-aktifkan karena halaman Author (penulis) jarang dikunjungi
  • Prebuild Archive Aktifkan karena halaman sering dikunjungi berfungsi untuk membuat prebuild cache pada archive Anda baik produk maupun post
  • Prebuild Terms Aktifkan jika Anda menggunakan tags pada website Anda
  • Prebuild REST URLs Non-aktifkan tidak seberapa berguna
  • Prebuild Feed Non aktifkan
Varnish
  • Enable Auto Purge Jika anda menggunakan Varnish aktifkan ini jika tidak lewati saja
  • Custom Host jika menggunakan Cloudflare masukkan opsi DNS proxy dan Varnish port disini.
Appcache

karena saya belum pernah menggunakan fitur ini. Saya akan update di minggu kedepan tentang fitur Appcache

5. Plugin

Contact Form 7
  • Smart Enqueue Assets Aktifkan fungsi ini sangat berguna karena dapat menon-aktifkan JS dan CS Contact Form 7 di halaman yang tidak menggunakan Contact Form 7
Woocommerce
  • Cache Empty Minicart Aktifkan
  • Disable Cart Fragments Non-aktifkan
  • WooCommerce Session Cache Fitur ini masih belum berfungsi secara maksimal jadi saya memilih untuk menonaktifkan fungsi ini
  • Ajaxify Prices dalam beberapa kasus saya mengaktifkan fungsi ini. Fungsi ini digunakan untuk memberikan Ajax pada harga. Jika Anda menggunakan Opsi produk yang banyak saya sarankan untuk tidak menggunakan fungsi ini.

CDN

General
  • Enable CDN Aktifkan jika Anda menggunakan CD (content Delivery Network jika tidak lewati saja opsi ini
  • CDN Hostname masukkan hostname tanpa memasukkan https:// atau http://
  • Enable CDN on SSL Aktifkan ini jika Anda menggunakan Https
  • SSL CDN Hostname biasanya setiap CDN sudah otomatis menggunakan Https
Cloudlfare
  • Enable Auto Purge Jika Anda menggunakan Cloudflare aktifkan fitur ini pastikan Anda memasukkan API Cloduflare dengan benar
  • Cloudflare Account Email masukkan alamat email CLoudflare Anda jika tidak memakai Cloudflare lewati semua tahap di bagian Cloudflare
  • Cloudflare API Key Masukkan Global API Key Cloudflare
  • Cloudflare Host masukkan domain Anda disini
MaxCDN (StackPath)
  • Alias/Key/Secret Masukkan jika Anda menggunakan Stackpath atau dulu dikenal sebagai MaxCDN
Impor/Export

Jika Anda menggunakan Swift di berbagai project Anda. ANda dapat menggunakan fitur ini untuk Export Import settingan terbaik untuk Swift Anda.

Tahap #3 - Save Changes dan Tunggu Hasil

Tunggu beberapa saat 5 menit hingga 30 menit tergantung banyak jumlah halaman website Anda. Jika Anda ingin mengecek apakah plugin bekerja atau tidak. Buka website Anda di halaman incognito pada chrome. Jika Anda menggunakan Mozilla Anda bisa menggunakan private browser.

Lakukan test pada GT Metrix atau Tools Pingdom. Lihat perubahan yang terjadi.

Terimakasih untuk mengunjungi artikel : Panduan Lengkap Swift Performance Pro 2019, jika ada pertanyaan. Silahkan tanyakan di kolom komentar.

Referensi

  • WPjohnny - Situs ini memberikan panduan lengkap seperti WP-Rocket, Swift Performance Pro, dan beberapa plugin caching lainnya saya sangat menyarankan Anda menuju link ini. Karena berisi tips memilih hosting yang baik (bukan dari sudut pandang afiliasi). Johnny sangat fair ketika mereview hosting dan plugin caching. Saya mengambil beberapa opsi dari website Johnny dan memodifikasi beberapa opsi.
  • Swift Performance - pada dokumentasi Swift Performance menjelaskan fungsi-fungsi pada setiap opsi yang ada pada plugin Swift Performance PRO

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

menu-circlecross-circle linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram